//Pelatihan Mediasi Penyelesaian Konflik SDA di KPHP Kendilo, Paser – Kaltim

Pelatihan Mediasi Penyelesaian Konflik SDA di KPHP Kendilo, Paser – Kaltim

2016-05-13T14:34:20+00:00 May 13th, 2016|Berita|

IMN, Balikpapan  – Setelah sebelumnya dilaksanakan di Sijunjung, Sumatera Barat,  pada bulan Maret 2016, IMN kembali menggelar acara pelatihan serupa bertajuk ‘Pelatihan mediasi penyelesaian konflik sumber daya alam di KPHP Kendilo, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur’. Bertempat di Balikpapan, acara tersebut berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 01 – 03 Maret 2016 dengan total peserta sejumlah 30 orang yang berasal dari para pemangku kepentingan di kawasan Kendilo dan sekitarnya baik pemerintahan (KPHP Kendilo, KPHP Telakai, UPTD Tahura Lati), swasta (Inhutani II Paser) serta masyarakat sekitar kawasan. Acara tersebut merupakan hasil kerjasama IMN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA), KPHP Kendilo dan Ford Foundation.

imn-paser

Sebagai tuan rumah penyelenggara acara, Bapak Muhammad Hijrafie Kepala KPHP Kendilo menjelaskan bahwa penting bagi para pemangku kepentingan untuk menguasai penyelesaian konflik mengingat dalam pengelolaan kawasan konflik kepentingan menjadi hal yang pasti adanya. Harapannya kemudian para pemangku kepentingan baik pihak pemerintahan, swasta maupun masyarakat tidak hanya mampu untuk mengusulkan cara penyelesaiannya semata tapi juga bagaimana menjadikan mediasi sebagai wujud nyata tindakan musyawarah dalam menyikapi konflik yang ada.

Hadir pula dalam acara tersebut, Direktorat Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA) KemenLHK untuk membuka acara sekaligus menyampaikan tentang dukungan KemenLHK untuk penyelesaian konflik di kawasan hutan dan komitmen mereka untuk memberikan akses bagi masyarakat terutama yang berada dalam kawasan hutan untuk turut andil dalam pengelolaannya melalui skema – skema Perhutanan Sosial.

Selanjutnya acara dipandu langsung oleh 3 orang trainer dari IMN dengan menyampaikan materi – materi pokok diantaranya tentang pengantar resolusi konflik, teknik negosiasi dan mediasi hingga teknik penyusunan kesepakatan atau kontrak. Meski terkesan banyak sekali materi yang harus disampaikan selama 3 hari tersebut, namun peserta menganggap bahwa pelatihan ini cukup menarik sebab setiap materi selalu diselingi dengan kegiatan praktek dan simulasi sehingga peserta tidak bosan dan materi lebih mudah terserap. (AR)