//Bentuk dan Eskalasi Konflik

Bentuk dan Eskalasi Konflik

2014-02-07T15:05:35+00:00 May 23rd, 2012|Mediasi|

BENTUK DAN ESKALASI KONFLIK

 Dalam perkembangan dewasa ini makna konflik tidak hanya karena pertentangan kepentingan, tetapi juga karena sebab struktural, nilai-nilai, hubungan dan konflik data,  yang kemudian dipersepsikan oleh aktor-aktor yang terlibat.

mediation process

Terhadap beragam sumber konflik tersebut, terdapat kecenderungan pilihan strategi intervensi yang memungkinkan untuk dilakukan untuk mencapai suatu kesepakatan, yaitu :

 a.    Konflik Struktural

Memperjelas batasan dan peran perubahan; Menggantikan  pola-pola perilaku destruktif; Mengalokasikan kembali kepemilikan  atau kontrol terhadap sumberdaya; Menetapkan  proses pembuatan keputusan yang dapat diterima secara adil dan saling menguntungkan; Mengubah proses negosiasi dari tawar-menawar berdasarkan posisi pada berdasarkan kepentingan; Memodifikasi cara-cara mempengaruhi yang digunakan oleh  para pihak (mengurangi kekerasan/pemaksaan, lebih persuasif); Mengubah hubungan fisik dan lingkungan  para pihak (ketertutupan dan jarak); Memodifikasi tekanan-tekanan eksternal para pihak; Mengubah kendala-kendala waktu.

 b. Konflik Kepentingan

Ini meliputi kegiatan seperti:  Memfokuskan pada kepentingan, bukan posisi; Mencari kriteria yang obyektif; Mengembangkan solusi yang integratif yang memenuhi kebutuhan seluruh pihak; Mencari cara memperluas pilihan-pilihan atau sumber daya; Mengembangkan trade-off untuk memuaskan  kepentingan yang berbeda secara kuat.

 c.    Konflik Nilai

Menghindari pembatasan problem dalam istilah-istilah nilai; Mengizinkan para pihak untuk setuju dan tidak setuju; Menciptakan lingkungan yang mempengaruhi di mana satu perangkat nilai mendominasi; Mencari tujuan yang lebih tinggi yang seluruh pihak dapat berkontribusi.

 d.    Konflik Hubungan Antara Manusia

Kemungkinan ini mencakup: Mengontrol ekspresi emosi melalui prosedur, aturan main bersama, pertemuan-pertemuan kecil dsb; Mengklarifikasi persepsi dan membangun persepsi yang positif; Memperbaiki kualitas dan kuantitas komunikasi; Mencegah perilaku negatif yang berulang-ulang melalui perubahan struktur; Mendorong perilaku penyelesaian masalah secara positif.

e.      Konflik Data

Ini antara lain dapat dilakukan dengan: Mencapai kesepakatan tentang data apa yang penting; Menyetujui  tentang proses pengumpulan data; Mengembangkan kriteria bersama untuk menilai data; atau Menggunakan ahli dari pihak ketiga untuk mendapatkan opini dari luar atau memecahkan kemacetan.

Memahami Eskalasi Konflik

 Situasi konflik di lapangan seringkali cukup rumit dan akumulasi dari berbagai sumber konflik yang kemudian diekspresikan dengan sikap, tindakan dan perasaan yang tercampur menjadi satu. Derajat eskalasi akan semakin tinggi jika para pihak yang berlawanan saling meningkatkan tekanan dan tentu akan semakin menyulitkan proses untuk menemukan konsensus jika konflik cenderung mengarah pada kondisi yang merusak (destructive).

eskalasi konflik2

Jika derajat eskalasinya demikian maka kemungkinan karakteristik para pihak yang berkonflik adalah sebagai berikut :

  1. Masalah untuk dimusyawarahkan
  • Memiliki itikad untuk menyelesaikan
  • Fokus pada pokok permasalahannya saja
  • Siap untuk berkompromi
  • Keterbukaan informasi

2. Perbedaan Pendapat

  • Melindungi diri, menyembunyikan informasi
  • Berusaha menunjukkan kesalahan pihak lawan
  • Meningkatnya tingkat emosional, saling memojokkan

3. Perseteruan

  • Semakin bersikeras atas posisinya
  • Persepsi terdistorsi (menyimpang) dan asumsi yang salah
  • Dialog menjadi tidak mudah
  • Timbul kelompok dan koalisi

4. Pertarungan / Penghindaran

  • Berkeinginan untuk menarik diri atau menyebabkan pihak lain menarik diri
  • Saling menjatuhkan
  • Pemenuhan hal yang prinsipil lebih penting dari pada penyelesaian masalah
  • Mencampuradukkan data faktual dan fiktif

5. Perang

  • Berkeinginan menghancurkan lawan
  • Menghalalkan segala cara
  • Perang ideologi

 

Leave A Comment

2 × 4 =